Sejarah RAD

Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah nama sebuah Gugus Depan Perguruaan Tinggi yang berada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan didirikan oleh mahasiswa IKIP Muhammadiyah Surakarta yang dalam perkembanganya menjadi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan dirintis oleh Kak Suranto, Kak Sugiyaro, Kak  Siti Ramlah, Kak Nik Suparni, Kak Musro, Kak Mukson, Kak Burhani, dan Kak Lolon.
Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan Universitas berdiri pada tanggal 23 Februari 1983 setelah ada perintisan selama kurang lebih satu setengah tahun.sehingga akhirnya mendapatkan legalitas dari pihak perguruan tinggi dalam bentuk unit kegiatan pramuka yang dikoordinir oleh Kak Sudarno dan Kak suiyanto. Ketua Racana Ki/Nyi Ahamd Dahlan Universiatas Muhammadiyah Surakarta adalah Kak Suranto dan Siti Ramlah sedangkan Pembina RACANA yang pertama kali adalah Kak Surtikanti.
Tujuan awal berdirinya RACANA adalah untuk mewadahi generasi muda.sedangkan faktor –faktor yang melatarbelakangi berdirinya RACANA antara lain belum adanya unit kegiatan pramuka pada waktu itu sehingga keterlibatan mahasiswa dalam berbagai KWARCAB belum terwadahi selain itu faktor lain yang mendasari adalah ingin menumbuhkembangkan pramuka diperguruan tinggi sehingga dari tujuan dan faktor –faktor tersebut lahirlah visi misi awal berdirinya Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan, yaitu.
  1. Menegakkan panji – panji pramuka di Universitas Muhammadiyah Surakarta
  2. Menunjukkan pada Kwartir Cabang dan Kwartir Daerah bahwa di Universitas Muhammadiyah Surakarta ada Unit Pramuka
  3. mensejajarkan dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta yang sudah ada Unit RACANA-nya
Pada awal terbentuknya Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta belum mempunyai kelengkapan organisasi yang prinsipal, sebagaimana organisasi pramuka yang ada seperti nomor Gugus Depan (GUDEP), nomor Gugus Depan merupakan legalisasi unit pramuka itu sudah menjadi Gugus Depan (GUDEP) yang berpangkalan di perguruan tinggi. Karena pentingnya pengakuaan secara yuridis dari pihak gerakan pramuka sebagai induk dasar dari Gugus Depan Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta maka kakak – kakak pengurus pramuka mendekati Kwartir Cabang Surakarta untuk mendapatkan pengakuan sebagai Gugus Depan Perguruan Tinggi. Kwartir Cabang Surakarta di pilih dikarenakan pada saat itu Universitas Muhammadiyah Surkarta berada di Jl. Bigjen Soegiyanto Kerten Surakarta yang termasuk wilayah Surakarta sehingga mendapatkan  Nomor Gugus Depan Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan yang pertama kali adalah 01.565 untuk GUDEP putra dan 01.538 untuk GUDEP putri hal inii diperoleh dengan jalan mengajukan permohonan kepada pihak rektorat untuk mendaftarakan kepada kwartir cabang yang saat itu adalah Kwartir Cabang Surakarta.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah komponen MABIGUS,  sehingga hal ini diwujudkan dengan pelantikan MABIGUS yang terdiri dari Ka.MABIGUS Kak Djasman Al Kindi (selaku Rektor IKIP Muhammadiyah Surakarta ) Pembina Kak Cipto Sugandi dan Kak Dra. Sulastri. Pelantikan ini diadakan di gedung IKIP Muhammadiyah surakarta (yang sekarang menjadi gedung SMP 5 Muhammadiyah Surakarta  dan SMA Muhammadiyah 4 Surakarta) yang hadir pada saat itu antara lain Kak Muchsan Burhani mewakili Ka. Mabigus, Kak Bambang Cipto Adi mewakili Kak Cipto Sugandi dan sebagai saksi Kak Surtikanti. Dengan telah lengkapnya nomor Gugus Depan dan MABIGUS Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan  maka menandai babak baru Gugus Depan 01.565/01.538 sebagai organisasi pramuka yang sah secara yuridis.
Pada tahun 1990, Universiatas Muhammadiyah Surakarta berpindah letak di kabupaten sukoharjo maka secara otomatis Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan pun ikut pindah ke wilayah sukoharjo. Pada perpindahannya ini maka racana ki/nyi ahmad dahlan ikut bergabung dalam Kwartir Cabang Sukoharjo  dengan Nomor Gugus Depan SKH 153/154 S.
Pada tahun 1991 diadakan musyawarah racana yang pertama kali yang pada saat itu disebut Musyawarah Gugus Depan. Pada musyawarah racana ki/nyi ahmad dahlan universitas muhammadiyah surakarta yang pertama kali agenda yang dibahas antara lain:
  1. Organisasi
  2. Kegiatan (latihan kegiatan triwulan,tahunan.)
  3. Adat
  4. Dewan

Komentar

  1. Excellent article. The writing style which you have used in this article is very good and it made the article of better quality.
    Sehat Wahyu

    BalasHapus

Posting Komentar